Membaca O’i — 1

Pukul 17.45 tepat saya bingung mau pulang atau nggak. Tapi setelah melahap banyak pertimbangan, saya putuskan pulang setelah sempat frustasi atas responsi yang bisa dibilang gagal. 18.00 saya di kereta. Keputusan ini nggak bisa dibilang tergesa-gesa juga, soalnya saya sudah janji dengan keluarga di Cianjur untuk pulang sejenak sebelum UAS. Liburan setelah UAS nanti saya … Lanjutkan membaca Membaca O’i — 1

Iklan

Canggung Paling Kami

Semoga kamu belum mati tertawa, sebab aku masih ingin tahu kamu tertawa untuk apa. Tapi aku suka caramu tertawa. Tertawamu adalah penawar luka yang kubutuhkan saat ini, 'pembual?' katamu, 'bukan' kataku. Berbeda denganmu yang sepenuhnya alhaq, aku hanya separuh batilmu saja, atau mungkin tiga per empatnya, atau mungkin seluruhnya, terserah. Aku cemas kalau nantinya kita … Lanjutkan membaca Canggung Paling Kami

Perempuan dan Partisipasi Politik

KULTUR patriaki mengajarkan pada kita, bahwa menjadi perempuan adalah hal yang sungguh berat. Terlahir sebagai perempuan berarti harus siap menerima banyak penderitaan. Suara perempuan tak boleh berbunyi terlalu nyaring, harus pandai-pandai menyimpan resah dan haru dalam setiap keheningan mereka. Perempuan harus berhati-hati dalam mengambil sikap, jika tidak, akan terasing oleh relasi kuasa kepentingan laki-laki. Dalam … Lanjutkan membaca Perempuan dan Partisipasi Politik

Masa Muda dan Kereta Penuh Makna

Okeh, mulai ya. Saya punya waktu senggang sekitar pukul setengah delapan sampai setengah sepuluh nanti. Dua jam saya pikir cukup untuk merangsang jemari saya buat menulis – plus editing. Begini, saya sebenarnya sudah beberapa minggu lalu berniat untuk membuat sebuah tulisan, idenya sudah beberapa kali terlintas, tapi selalu saja gagal karena ada hal lain yang … Lanjutkan membaca Masa Muda dan Kereta Penuh Makna

Kamu tuh ya ~

Dua puluh lima september pukul dua puluh. Aku melirik jam di dinding cafe itu, dan kau masih belum muncul. Aku menyeruput kopi yang rasa-rasanya sudah lima belas menit lalu kupesan. Sedikit bosan, kuputuskan mengeluarkan sebatang rokok sembari menunggumu. Suasana cafe ramai, seperti biasa. Cafe ini sudah menjadi langganan bagi orang-orang yang hendak bertemu dengan teman-teman, … Lanjutkan membaca Kamu tuh ya ~

Pemuda Itu

"Kau sudah salat ?" Tanya pamannya selalu lewat SMS masuk yang diterimanya pagi itu, yang selalu menyuguhi cokelat hangat tiap berlebaran di rumahnya, yang buta huruf, yang khatam Alquran, yang tidak pernah lupa salat. Sepanjang yang diketahuinya. "Sudah, Pakdhe" Ia sebenarnya tidak mau berbohong, tapi lebih baik daripada harus mendengarkan nasihat berkepanjangan dari paman yang … Lanjutkan membaca Pemuda Itu

Sebab Perempuan Memang Layak Dicintai : Interpretasi Lagu She Will Be Loved

Santai malam dengan secangkir kopi cappucino hangat, terasa sangat nikmat bagi pemuda yang setiap malamnya selalu dirundung rasa sepi ini. Secangkir kehangatan untuk malam-malam yang dingin. Secangkir kehangatan untuk jomblo yang taraf kejombloannya sudah sampai stadium akhir – taraf paling parah dalam strata kejombloan. Tapi entah kenapa malam ini saya merasa jauh lebih melankoli dari … Lanjutkan membaca Sebab Perempuan Memang Layak Dicintai : Interpretasi Lagu She Will Be Loved